Saya akan memberikan Tutorial lengkap untuk pemula bagi kalian yang ingin belajar membuat bola energi atau bola psi.
Pengertian.
Apa itu Bola energi atau bola Psi ?
Bola psi (PSI Ball) atau bola energi adalah bola lingkaran atau bulat yang dibentuk dari energi psikis. Bola psi sangat penting saat mempelajari teknik dasar kinesis atau memanipulasi dan memprogram sebuah energi, atau melakukan hal-hal lainnya.
Jika ingin membuat bola energi atau bola psi akan lebih mudah jika kalian mulai berlatih dengan pembimbing yang telah ahli di bidangnya, tetapi jika kalian ingin belajar sendiri juga bisa, Dengan membaca artikel ini atau menemukan panduannya dari buku-buku serta berbagai sumber lainnya maupun pelatihan mengolah energi psikis.
A. Persiapan.
Teknik ini penting bagi pemula yang ingin mempelajari Psi Ball atau bola energi jadi harus melakukan persiapan terlebih dahulu.
1. Carilah tempat duduk yang nyaman dan di ruangan yang tenang biar tidak ada yang mengganggu kalian. Bermeditasilah selama beberapa menit sampai kalian merasa benar-benar tenang dan damai. Tenangkan diri Rileks dan hilangkan semua beban pikiran.
2. Persiapan diri kalian dengan menenangkan serta memfokuskan pikiran. Mulai dengan berlatih memvisualisasikan energi mengalir dari tubuh ke bumi seperti akar pohon yang tumbuh dan terhubung dengan sumber energi di dalam tanah. Latihan ini bisa dilakukan dengan cara lain dan juga dapat bermanfaat untuk menyeimbangkan energi dalam tubuh.
3. Belajarlah merasakan aliran energi dengan fokus kan dan rasakan energi yang mengalir. Energi bisa dirasakan, tetapi untuk saat ini, Kalian hanya perlu mengetahui bahwa energi selalu mengalir di dalam melalui tubuh.
B. Membentuk Bola Energi
1. Pelajari cara menggerakkan energi dengan cara mengalirkan energi ke area tangan. Jika belum tahu tekniknya saya akan jelaskan di bawah, sebagian besar orang menggerakkan energi adalah hal yang mudah, tetapi banyak orang yang baru berhasil setelah cukup lama berlatih. Bola energi dibentuk dengan menggerakkan energi psikis ke lokasi tertentu dalam bentuk bola. Pada umumnya, ukuran standar bola energi lebih besar daripada bola kasti dan lebih kecil daripada bola voli. Akan tetapi, bola energi bisa diperbesar, misalnya seukuran tubuh manusia itu sendiri jika ingin digunakan sebagai perisai dan ini butuh teknik lain tapi saya akan jelaskan hanya cara membuat bola energi saja untuk artikel yang saya jabarkan ini.
2. Aturlah posisi telapak tangan. Bola energi boleh dibentuk dengan satu atau kedua telapak tangan dan dipegang dalam posisi vertikal atau horizontal. Pilihlah posisi yang paling nyaman agar tangan kalian tidak mengalami ketegangan sehingga terasa lelah atau gemetar. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka lebih sulit merasakan energi jika jari tangan saling bersentuhan.
3. Rasakan aliran energi di tubuh. Visualisasikan energi mengalir di solar pleksus yang berada di antara kedua tulang rusuk paling bawah. Letakkan telapak tangan di perut atas sambil menyentuhkan jari kelingking di pusar. Inilah bagian tubuh yang berperan penting selama berlatih sebab salah satu cakra utama berada di sini. Kalian dapat juga memvisualisasikan energi dalam berbagai bentuk, misalnya: air, api, cahaya, dan lain-lain. Pilihlah yang ingin digunakan. Selama melakukan visualisasi, bayangkan energi mengalir lambat di sternum, Jika kalian tidak tau apa itu sternum saya akan jelaskan Sternum adalah tulang panjang dan rata yang terletak di tengah dada dan menghubungkan tulang rusuk melalui tulang rawan. Sternum membentuk bagian depan tulang rusuk, melindungi jantung, paru-paru, dan pembuluh darah utama lainnya. Sudah tau kan. Sambil berusaha “merasakan” solar pleksus di dalam rongga perut.
4. Gerakkan energi. Bayangkan energi perlahan-lahan mengalir naik ke rongga dada sampai ke bahu sambil merasakannya. Arahkan aliran energi ke bawah melewati kedua lengan menuju telapak tangan dan biarkan energi terkumpul sejenak di sini. Alirkan lagi ke atas lalu kembalikan ke sternum. Ulangi latihan ini beberapa kali sampai kalian terbiasa dan dapat mengendalikan energi di dalam tubuh.
5. Buatlah dinding dari energi dengan memvisualisasikan seperti bola transparan yang didalamnya kosong. Alirkan lagi energi dari solar pleksus ke telapak tangan. Jika sudah terkumpul di telapak tangan, alirkan energi lalu ke luar sambil membentuknya menjadi bola berongga seperti cangkang telur lalu gunakan sebagai dinding perisai yang nantinya di isi dengan energi psikis.
6. Lakukan pemograman dengan mengisi bola energi. Proyeksikan intensi kalian ke dalam bola energi agar bisa digunakan sesuai kebutuhan. Pemrograman dilakukan dengan mempertahankan energi di dalam bola dan menempatkan bola di lokasi tertentu agar tidak berpindah-pindah. Setelah perisai atau dinding bola siap, isilah dengan mengalirkan energi ke dalamnya. Saat ini, bola energi siap digunakan.
7. Pindahkan bola energi. Cara memindahkan bola energi sama dengan cara mengalirkan energi dari solar pleksus, tetapi kali ini, energi berada di luar. Kalian akan mahir jika sering berlatih.
8. Adapun kemungkinan dengan menggunakan cara lain. Bola energi bisa dibuat dengan berbagai cara dan banyak orang berhasil melakukannya dengan cara masing-masing. Pada dasarnya, teknik yang digunakan sama saja, yaitu: menemukan sumber energi, alirkan, kumpulkan energi di tempat tertentu lalu gunakan energi yang sudah terkumpul untuk membuat bola energi.
9. Lakukan uji coba menggunakan kompresi. Buatlah bola energi sebesar bola voli. Jika sudah siap, kompresikan agar bola mengecil dan memadat. Banyak orang berhasil membuat bola energi menggunakan cara ini.
C. Menggunakan Cara Lain.
1. Kumpulkan energi. Kalian boleh mengumpulkan energi di dalam tubuh atau mengambilnya dari sumber yang lain. Caranya: bayangkan energi mengalir masuk dari bumi ke dalam setiap bagian tubuh melalui telapak kaki atau dari langit dan matahari melalui cakra mahkota. Cara lain: bayangkan energi mengalir masuk ke dalam tubuh saat Anda menarik napas lalu mengalir ke luar melalui telapak tangan saat Anda membuang napas.
2. Pertahankan posisi telapak tangan agar tidak berubah. Jika energi yang terkumpul sudah cukup banyak, jangan menggerakkan tangan. Kalian boleh memegang bola energi seperti sedang memegang bola basket, menggenggam bola kasti, atau memegang dengan satu telapak tangan. Pilihlah cara yang paling kalian suka.
3. Bayangkan ada lubang di telapak tangan. Bayangkan kalian melihat penutup lubang terbuka sehingga energi bisa mengalir ke luar perlahan-lahan melalui selang di setiap telapak tangan. Jangan mengalirkan energi terlalu cepat atau terlalu kuat. Biarkan energi mengalir dengan sendirinya dan jangan sampai terputus sebab cara ini sangat bermanfaat untuk melakukan langkah berikutnya. Banyak orang mampu merasakan energi dengan cara ini, misalnya: telapak tangan terasa hangat, mengencang, atau seperti ada aliran listrik. Jika kalian mengalaminya, dekatkan lagi kedua telapak tangan. Jika terasa ada yang menahan (meskipun hanya sedikit), ini berarti kau sudah bisa merasakan energi.
4. Berfokuslah pada aliran energi. Lakukan visualisasi dengan memadatkan energi di telapak tangan menjadi bola, kubus, segitiga, prisma, atau apa saja! seterah kalian.
5. Lakukan pemrograman bola energi. Langkah ini tidak sama mudahnya bagi setiap orang. Agar mampu memprogram bola energi, pikirkan dahulu apa yang di inginkan dan pastikan pesannya sudah dinyatakan secara spesifik dan jelas. Hasil pemrograman akan lebih baik jika mengucapkan pesan secara mental.Bola energi bisa diprogram untuk berbagai keperluan dan membawa pesan ke mana saja. Contohnya: untuk mendapatkan perhatian dari seseorang, programlah bola dengan memasukkan pesan agar “mencoleknya” sehingga ia tahu bahwa kalian ingin mengobrol dengannya.
6. Lepaskan bola energi. Begitu dilepaskan, bola energi yang sudah diprogram akan melakukan tugasnya dan fungsinya. Akan tetapi sebagian besar pemula, bola energi yang dibuat sekadar untuk berlatih akan menghilang dengan sendirinya. Jadi seringlah berlatih dan mencoba untuk melemparnya.
Note : Jangan menyerah! Kemampuan psikis bisa dilatih, bukan karena bakat.Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam membentuk dan merasakan bola energi. Kalian bebas membayangkan bentuk energi yang diinginkan, misalnya berupa listrik, cahaya, api atau lainnya. Jangan memaksakan diri mengalirkan energi sebab cara ini bisa memicu sakit kepala. Biarkan energi mengalir dengan sendirinya. Fokuskan pikiran. Kaliam mampu melakukannya jika mampu berkonsentrasi. Konsentrasi merupakan aspek penting dalam ber telekinesis. Abaikan pikiran yang lain dan fokuskan pikiran hanya pada aktivitas yang sedang kalian lakukan. (Saran ini bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk membuat bola energi). Lakukan meditasi sebelum membuat bola energi agar kalian lebih fokus dan tenang. Kalian perlu belajar membuat bola energi sebab bisa digunakan untuk melindungi diri sendiri. Bola energi boleh dibuat di mana saja. Jika dibuat di dinding, Kalian tidak perlu mengumpulkan energi di telapak tangan.Usahakan agar energi tetap mengalir.Bola energi bisa dibuat sambil berjalan kaki, tetapi proses pengumpulan energi akan lebih lama. Salah satu cara meningkatkan energi sambil berjalan kaki adalah dengan membayangkan pikiran kalian seperti rotor penghasil energi. Semakin terfokus pikiran maka semakin banyak energi yang terkumpul untuk membentuk bola energi.
Peringatan : Jangan membuat bola energi ketika pikiran kalian sedang dipengaruhi emosi yang sangat ekstrem, misalnya: kemarahan atau kesedihan. Intensi yang kalian masukkan ke dalam bola melalui pemrograman akan terpengaruh oleh emosi. Inilah sebabnya kalian harus menenangkan dan memfokuskan pikiran terlebih dahulu. Berhentilah berlatih jika merasa tidak nyaman. Ingatlah bahwa hasil latihan baru bisa diperoleh setelah beberapa waktu. Jadi, berlatihlah dengan tekun.Energi bisa membawa dampak yang merugikan tanpa disengaja. Jika Kalian ingin membuat bola energi, waspadalah saat memfokuskan pikiran pada intensi dan pastikan keinginan tersebut tidak berdampak negatif yang merugikan diri sendiri atau orang lain.Jika kalian memanfaatkan orang lain sebagai sumber energi, mungkin orang itu juga akan kekurangan energi.
Sumber wikiHow
0 Komentar